• SMK NEGERI 4 BANGLI
  • Dengan Kompetensi Seni dan Pariwisata Kita Ciptakan SDM Yang Handal

Koneksi Antar Materi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD) bahwa pendidik adalah penuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pada fase ini saya akan menyimpulkan proses pembelajaran yang sudah Anda jalani dalam modul 2.2 tentang pembelajaran sosial dan emosional dan keterkaitanya dengan modul-modul sebelumnya yang sudah saya pelajari. Sebelumnya terdapat pertanyaan-pertanyaan pemantik yang harus saya jawab diantaranya:

  1. Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa …… sehingga…..
    Setelah mempelajari modul ini, ternyata ………….

Sebelum mempelajari modul 2.2 ini saya berpikir bahwa kompetensi adalah yang sangat penting diutamakan sehingga kita perlu untuk meningkatkan kompetensi anak , tapi setelah mempelajari modul ini ternyata tidak hanya kompetensi yang diutamakan tapi karakter anak juga sangatlah penting. Oleh karena itu kita harus bisa mengelola emosi anak sehingga anak dapat mempersiapkan kegiatannya dengan lancar. Kecuali hal itu dibutuhkan pembelajaran yang menerapkan pembelajaran sosial emosional. Selain itu pula saya berpikir bahwa Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) hanya terdapat dalam layanan BK (Bimbingan dan Konseling) saja, tidak terpikirkan oleh saya bahwa PSE dapat juga dilaksanakan oleh semua guru dan tertuang di dalam RPP pembelajaran. Dengan mempelajari modul ini, ternyata semua guru wajib untuk melaksanakan PSE dalam rancangan pembelajarannya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan nanti output yang kita dapatkan adalah siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik dan berkarakter profil pelajar pancasila.

  1. Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:
    • Bahwasanya sebuah kondisi individu yang memiliki sikap positif terhadap diri-sendiri dan orang lain.
    • Dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri dan dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik.
    • Memiliki tujuan hidup dan membuat hidup anak lebih bermakna serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.

 

Dengan kita mempelajari Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) maka Pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah, akan memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Adapaun tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran yang akan diperoleh meliputi:

TUJUAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL (PSE)

  • Memahami, menghayati dan mengelola emosi (kesadaran diri)
  • Menetapkan dan mencapai tujuan positif (manajemen diri)
  • Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  • Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan membangun relasi)
  • Membuat keputusan yang bertanggung jawab (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

CAPAIAN PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL (PSE)

  • Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal.
  • Meningkatkan kompetensi sosial dan emosional, terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif, peningkatan sikap positif dan toleransi murid terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan sekolah
  • Menghasilkan murid-murid yang berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, responsif, proaktif, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan humaniora.

 

5 (LIMA) KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL (KSE)

  1. Kesadaran Diri: kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.
  2. Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi
  3. Kesadaran Sosial: kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda.
  4. Keterampilan Berelasi: kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif.
  5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok.

WELL-BEING

Well-being adalah kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Kondisi individu yang memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.

IMPLEMENTASI KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL

  1. Pengajaran KSE secara eksplisit, Murid secara khusus memiliki kesempatan untuk menumbuhkan, melatih, dan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dengan cara yang sesuai dan selaras dengan perkembangan budaya
  2. Integrasi KSE dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, Tujuan KSE diintegrasikan ke dalam konten pembelajaran dan strategi pembelajaran pada materi akademik, musik, seni, dan pendidikan jasmani.
  3. Penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah , Lingkungan belajar di seluruh sekolah dan kelas mendukung pengembangan kompetensi sosial dan emosional, responsif secara budaya, dan berfokus pada upaya membangun hubungan dan komunitas

KESADARAN DIRI (MINDFULNES)

PSE berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dapat memberikan perhatian secara berkualitas yang didasarkan keterbukaan pikiran, rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan hati (compassion) yang akan membantu seseorang dalam menghadapi situasi-situasi menantang dan sulit. Kesadaran diri memberikan penghargaan terhadap perbedaan, pemahaman diri dan orang lain, kemampuan menghadapi tantangan dan perspektif yang berbeda-beda dari orang lain (resiliensi)

PENERAPAN PSE DI KELAS

PSE Teknik Rutin, Terintegrasi dalam Mata Pelajaran dan Protokol. Penerapan PSE dengan teknik Rutin, Terintegrasi dalam Mata Pelajaran, dan Protokol.

PSE Rutin merupakan penerapan PSE yang terjadwal, misalnya kegiatan rutin yang dilakukan di sekolah seperti kegiatan membuat lingkaran pada pagi hari dimana masing-masing siswa menulis atau menyampaikan apa yang akan dicapai selama belajar pada hari tersebut.

PSE Terintegrasi mata pelajaran dapat dilakukan di sela-sela penyampaian materi, misalnya dengan diskusi kasus atau diskusi penyelesaian masalah secara berkelompok.

PSE Protokol menjadi kegiatan sekolah yang sudah menjadi sebuah tata tertib dan kebijakan sekolah dilakukan secara mandiri oleh peserta didik, misalnya membangun hubungan sosial yang positif, penyelesaian masalah tanpa kekerasan dan lain sebagainya.

PSE Teknik STOP

PSE dengan STOP (Stop, Take a deep breath, Observe, dan Proceed) artinya S-Berhenti, T-ambil nafas dalam, O-amati sensasi pada tubuh, perasaan, pikiran dan lingkungan, P- selesai dan lanjutkan. STOP sebagai teknik pembelajaran yang bermanfaat dalam membangun kesadaran penuh (mindfulness), meredakan ketegangan, mengembalikan dan membangun fokus murid.

 

Keterkaitan antar materi sebagai bentuk penguasaan pemahaman penulis terhadap materi yang telah dipelajari dengan mengaitkan materi awal sampai dengan materi saat ini modul 2.2. Penyampaian keterkaitan materi itu menandakan sejauh mana penguasaan dan pemahaman terhadap materi tersebut, yaitu:

Filosofi pendidikan nasional

Dari filosofi pendidikan KHD – Guru sebagai Pamong, guru membutuhkan pemahaman dan penguasaan terhadap KSE yang matang. Mampu menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong pertumbuhan budi pekerti selain aspek intelektual. Harus paham benar dengan situasi lahir batin dirinya sendiri dan muridnya. Murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosionalnya.

Nilai dan peran guru penggerak

Guru dapat menumbuhkan nilai dan peran pada guru dan murid dalam pengelolaan emosi sehingga nilai kemandirian dan pembelajaran yang berpusat pada murid serta peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran dan mendorong kolaborasi dapat tercapai dan berjalan seimbang.

Visi guru penggerak

Guru dapat mewujudkan visi yang diharapkan dengan melakukan prakarsa perubahan dengan memberikan pembelajaran kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, kemampuan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sehingga diharapkan dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Budaya positif

Guru dan murid dapat mengenali dan memahami emosi masing-masing sehingga mampu mengontrol diri dan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, aman, dan nyaman yang berpengaruh dalam penerapan budaya positif baik berupa disiplin positif maupun keyakinan kelas dengan sebaik mungkin sesuai dengan kesadaran diri dan manajemen diri.

Pembelajaran Berdiferensiasi

Guru dapat melakukan pembelajaran dengan mengidentifikasi perasaan dan emosi. Hal ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang memetakan kebutuhan murid diantaranya kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid dengan menggunakan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan murid agar pembelajaran semakin menyenangkan dan dapat mewujudkan merdeka belajar. ***

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik

Koneksi antar materi adalah penguasaan pemahaman calon guru penggerak (CGP) terhadap materi yang telah dipelajari dengan mengaitkan materi awal sampai dengan materi yang terakhir. Penya

04/02/2024 23:29 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 192 kali
Penilaian Kompetensi Kepemimpinan Sekolah

Alunan tabuh baleganjur DESTA yang indah dan enerjik, membangkitkan suasana meriah dalam menyambut kedatangan tim penilai kegiatan PKKS (Penilaian Kompetensi Kepemimpinan Sekolah) tahun

01/12/2023 09:54 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 125 kali
Latihan Dasar Kepemimpinan (Hari 2 dan 3)

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMKN 4 Bangli hari kedua berlangsung pada Kamis, 16 November 2023. Acara diisi dengan materi dan praktik kepemimpinan untuk OSIS, PKS, dan P

17/11/2023 11:06 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 241 kali
Latihan Dasar Kepemimpinan SMK Negeri 4 Bangli ( Hari -1 )

Disambut hujan pagi ini, tidak membekukan semangat siswa-siswi SMK Negeri 4 Bangli untuk mengikuti kegiatan latihan Dasar Kepemimpinan. Pembukaan LDK berjalan khidmat, sambutan hangat d

15/11/2023 13:44 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 259 kali
Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI merupakan strategi pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang beraneka ragam. Pembel

05/11/2023 12:54 - Oleh I Nyoman Suarka - Dilihat 160 kali
SMKN 4 Bangli Meriahkan Pentas Seni dan Budaya Kabupaten Bangli 2022

Humasin Desta – SMK  Negeri 4 Bangli yang dikenal dengan sebutan DESTA berkolaborasi dengan SMKN 3 Bangli turut berpartisipasi menyemarakkan Pentas Seni dan Budaya Kabupaten

19/09/2022 16:17 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 538 kali
Sosialisasi Program Praktik Kerja Lapangan Oleh Dudika

Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi peserta didik SMK/MAK merupakan program pembelajaran inti kejuruan yang dilaksanakan di Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) bertuju

11/09/2022 10:05 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 1041 kali
Sambut Perayaan Tumpek Uye, SMK Negeri 4 Bangli Gelar Pembersihan Lingkungan dan Pelepasan Benih Ikan di Sudamala

Dalam rangka menyambut hari raya Tumpek Uye yang jatuh pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022, sekaligus merayakan rahina Tilem Karo, SMK Negeri 4 Bangli menggelar acara pembersihan dan peneb

26/08/2022 19:46 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 1054 kali
Workshop Hari Kedua, Semangat Peserta Tetap Membara

Hari kedua dalam rangkaian acara workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dan Review KTSP yang dilaksanakan hari ini Rabu, 3 Agustus 2022. Workshop yang sudah berlangsung sejak Selasa 2

03/08/2022 18:18 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 780 kali
Sambut Kurikulum Baru, SMK Negeri 4 Bangli Gelar Workshop Seru

  Selasa 2 Agustus 2022, bertempat di gedung Lab Seni Budaya dan Film (LSBF) SMK Negeri 4 Bangli, digelar workshop implementasi kurikulum baru dengan tajuk “Workshop Impleme

03/08/2022 08:33 - Oleh Creator SMKN 4 Bangli - Dilihat 609 kali